First Time Become '"Imam Tarawih"'
Dikala Ramadhan datang
Dikala Azan berkumandang
Alhamduli4jjl aku bersyukur kepada-Mu
Hingga diriku dapat menikmati
Indahnya waktu berbuka
Dikala malam tiba
Dikala muazzin kembali menyerukan lafadznya
Aku kembali datang kerumah-Mu
Bersujud diriku dihadapan-Mu
Untuk mendapat pengampunan-Mu
Hingga Tarawih tiba
Hatiku tersentak mendengar umat-Mu
Yang berpinta kepadaku
Untuk memimpin umat-Mu
Dalam bersujud ( Tarawih ) dihadapan-Mu
Terima kasih ya Allah.....
Dikala Azan berkumandang
Alhamduli4jjl aku bersyukur kepada-Mu
Hingga diriku dapat menikmati
Indahnya waktu berbuka
Dikala malam tiba
Dikala muazzin kembali menyerukan lafadznya
Aku kembali datang kerumah-Mu
Bersujud diriku dihadapan-Mu
Untuk mendapat pengampunan-Mu
Hingga Tarawih tiba
Hatiku tersentak mendengar umat-Mu
Yang berpinta kepadaku
Untuk memimpin umat-Mu
Dalam bersujud ( Tarawih ) dihadapan-Mu
Terima kasih ya Allah.....
Personal /
Comments (2) /
Permalink /
Trackbacks (0)
Sahur Terindah
Dimalam sahur pertama Ramadhan
Dikala kedinginan malam menusuk tubuhku
Aku bersama sahabatku
Menyusuri jalanan dari gedung suhanah
Demi mencari sesuap harapan
Untuk bersahur.....
Aku dan sahabatku mencoba mencari harapan itu di PK
Ternyata harapan kami musnah
Ditelan orang-orang yang sudah duluan
Kami coba kembali mencarinya ke KIRNO
Ternyata harapan di KIRNO juga telah hilang.....
Dan akhirnya aku dan sahabatku
Mendapat suatu harapan yang baru
Harapan itu ternyata tidak jauh
Dari tempat kami beranjak......
Terima kasih wahai "Penolong Kami"
Karena dirimu, kami bisa menyantap sahur.....
Dikala kedinginan malam menusuk tubuhku
Aku bersama sahabatku
Menyusuri jalanan dari gedung suhanah
Demi mencari sesuap harapan
Untuk bersahur.....
Aku dan sahabatku mencoba mencari harapan itu di PK
Ternyata harapan kami musnah
Ditelan orang-orang yang sudah duluan
Kami coba kembali mencarinya ke KIRNO
Ternyata harapan di KIRNO juga telah hilang.....
Dan akhirnya aku dan sahabatku
Mendapat suatu harapan yang baru
Harapan itu ternyata tidak jauh
Dari tempat kami beranjak......
Terima kasih wahai "Penolong Kami"
Karena dirimu, kami bisa menyantap sahur.....
Cinta Kesendirian
Sering aku dalam kesendirian.
Kesendirian diri di dalam hidup ku ini.
Memang hidup didalam dunia ini penuh dengan teka-teki.
Banyak manusia .....tentu...dan tentu banyak ragamnya.
Aku sadar....
Tidak banyak yang dapat mengerti sikap, kelakuan dan seleraku.
Aku dapat memahami tentang itu dan menerima hakikat itu!
Banyak yang tidak suka berteman dengan ku karena aku terlalu berterus terang didalam perkataan ku.
Terlalu berterus terang didalam tulisan ku.
Tidak tahu berlembut bahasa bermanis bibir....
Dan aku juga tidak pandai berpura2 untuk mencoba menyenangkan hati mereka atau berpura2 mengambil hati mereka dengan kata2 yang manis lagi enak didengar telinga!
Aku sadar tentang itu!
Siapalah aku di sisi mereka....yang sering saja tidak pandai menyenangkan hati mereka!
Cuma sang angin saja yang dapat mengerti tentang diri ini dan hati ini!
Karena itu...
Aku tidak mempunyai banyak teman...
Aku sentiasa bersendiri dan kesepian...
Aku yang sendiri dan kesepian ini....sering saja mendengar hembusan sang angin yang meniup2 dan membelai2 telinga ku ini.
Sering bersendiri dan senang berbicara dengan sang angin!
Sang anginlah teman ku!
Sang anginlah sahabat setia ku.
Yang senantiasa menemani aku dimana aku berada.
Sang angin tidak pernah marah kepada ku.
Aku tidak perlu berpura2 kepada sang angin karena sang angin sangat mengerti akan perasaan hati ku dan kata2 ku!
Sang angin tidak pernah meninggalkan diri ku sendiri.
Dan aku percaya bahwa ..... sang angin tidak akan pernah membiarkan diriku larut dalam kesendirian hingga akhir hayat ku!
Kesendirian diri di dalam hidup ku ini.
Memang hidup didalam dunia ini penuh dengan teka-teki.
Banyak manusia .....tentu...dan tentu banyak ragamnya.
Aku sadar....
Tidak banyak yang dapat mengerti sikap, kelakuan dan seleraku.
Aku dapat memahami tentang itu dan menerima hakikat itu!
Banyak yang tidak suka berteman dengan ku karena aku terlalu berterus terang didalam perkataan ku.
Terlalu berterus terang didalam tulisan ku.
Tidak tahu berlembut bahasa bermanis bibir....
Dan aku juga tidak pandai berpura2 untuk mencoba menyenangkan hati mereka atau berpura2 mengambil hati mereka dengan kata2 yang manis lagi enak didengar telinga!
Aku sadar tentang itu!
Siapalah aku di sisi mereka....yang sering saja tidak pandai menyenangkan hati mereka!
Cuma sang angin saja yang dapat mengerti tentang diri ini dan hati ini!
Karena itu...
Aku tidak mempunyai banyak teman...
Aku sentiasa bersendiri dan kesepian...
Aku yang sendiri dan kesepian ini....sering saja mendengar hembusan sang angin yang meniup2 dan membelai2 telinga ku ini.
Sering bersendiri dan senang berbicara dengan sang angin!
Sang anginlah teman ku!
Sang anginlah sahabat setia ku.
Yang senantiasa menemani aku dimana aku berada.
Sang angin tidak pernah marah kepada ku.
Aku tidak perlu berpura2 kepada sang angin karena sang angin sangat mengerti akan perasaan hati ku dan kata2 ku!
Sang angin tidak pernah meninggalkan diri ku sendiri.
Dan aku percaya bahwa ..... sang angin tidak akan pernah membiarkan diriku larut dalam kesendirian hingga akhir hayat ku!
Hari ini..!!! Cinta Datang
hari ini kembali dunia mencatat cinta
didepan goresan tinta bumi terpijak
sebab cinta telah hadir dibumi
hari ini kembali cinta bercerita didunia
didepan wajah wajah layu tergores cinta
sebab satu cinta tertelan bumi
dunia ini kembali penuh cinta
diwarna sudut kota terteriakkan
sebab sang punggawa datang membawa cinta.
didepan goresan tinta bumi terpijak
sebab cinta telah hadir dibumi
hari ini kembali cinta bercerita didunia
didepan wajah wajah layu tergores cinta
sebab satu cinta tertelan bumi
dunia ini kembali penuh cinta
diwarna sudut kota terteriakkan
sebab sang punggawa datang membawa cinta.


